KARTU66 - Kabar duka datang dari salah satu suporter Persija. Haringga Sirila (23), seorang Jakmania, tewas mengenaskan setelah dikeroyok sejumlah oknum bobotoh,
suporter Persib Bandung. Korban meninggal dunia sebelum laga Persib Vs
Persija berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Video pengeroyokan sempat viral di media sosial. Meski telah
berlumuran darah, oknum bobotoh terus menganiaya Haringga tanpa ampun
hingga akhirnya Haringga tewas di area parkir GBLA. Dari delapan pelaku pengeroyokan suporter Persija yang berhasil ditangkap, dua di antaranya masih di bawah umur. Oleh Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung, Jawa Barat, mereka
kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan
Haringga Sirila, pendukung Persija Jakarta.
Berikut sejumlah fakta miris yang terungkap dari kematian Haringga Sirila, suporter setia Persija.
1. Kronologi Kejadian
Para
suporter Persija, The Jakmania, melakukan aksi seribu lilin dan tabur
bunga untuk mengenang anggotanya Muhammad Fahreza yang meninggal diduga
akibat tindak kekerasan di SUGBK, Jakarta, Senin (16/5/2016).
(Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Sebelum
Haringga tewas, salah seorang suporter menuturkan ada satu pemuda yang
dikejar oleh kerumunan orang. Peristiwa itu terjadi di area parkir
gerbang biru GBLA, pukul 13.00 WIB. Korban berlari sebab diteriaki bahwa dirinya pendukung Persija.
Bobotoh lain yang kala itu ada di sekitar area parkir ikut terpancing
dan mengejar Haringga. Sampai akhirnya pemuda 23 tahun itu terpojok di
lapak pedagang bakso.judi online Suporter Persija itu sempat meminta tolong, tapi tak ada yang
menyelamatkannya. Teriakan minta ampun Haringga bahkan tak digubris.
Tubuhnya terus dihujami dengan berbagi benda tumpul. "Korban yang dikejar sempat meminta tolong kepada tukang bakso, namun
kerumunan mengeroyok korban dengan menggunakan balok kayu, piring,
botol dan benda-benda lainnya sehingga korban meninggal dunia," kata
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi
Prasetyo.
2. Delapan Bobotoh Ditangkap
Para tersangka pengeroyokan Suporter Persija. (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)
Tak lama usai pengeroyokan tersebut, delapan orang berhasil ditangkap dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Dari delapan tersangka, satu orang berumur 40 tahun, sementara dua lainnya ada yang masih di bawah umur. Atas perbuatannya, para pelaku pengeroyokan suporter Persija itu dijerat Pasal 70 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.
3. Firasat Sang Bunda
Suasana
pemakaman suporter Persija yang tewas dikeroyok oleh oknum suporter
Persib di kawasan GBLK Bandung akhir pekan lalu. Foto (Liputan6.com /
Panji Prayitno)
Sementara
itu, duka mendalam kini tengah dirasakan Mirah (55), ibu Haringga. Usai
jasad sang putra di autopsi dia langsung membawa jenazahnya ke
Indramayu untuk dimakamkan. Di mata Mirah, sosok sang putra merupakan pribadi yang pandai bergaul
dan mandiri. Sehari-hari, suporter setia Persija ini bekerja di sebuah
bengkel di Jakarta. Namun, pada hari itu, Haringga seolah memberi isyarat jelang
kepergiannya. Tak biasanya dia mencium tangan sang ibu jika ingin
menonton bola. "Biasanya tidak salaman asal bilang saja mau nonton bola, tapi ini
anak saya tumben salaman cium tangan saya," tutur Mirah sedih.
4. Tak Bilang Nonton Bola di Bandung
Suporter
Persija, The Jakmania, melakukan aksi tabur bunga dan menyalakan lilin
mengenang anggotnya Muhammad Fahreza, yang meninggal diduga akibat
kekerasan di SUGBK, Jakarta, Senin (16/5/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi
Trisna)
Hal
mengejutkan lainnya yang diungkap oleh Mirah, bahwa putranya mengaku
ingin berkunjung ke rumah temannya. Bukan untuk menonton Persija lawan
Persib di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Bandung. "Tidak bilang mau nonton bola di Bandung dan biasanya pakai selendang," ujar Mirah. Jika ingin menonton pertandingan sepak bola ke luar kota, kata Mirah,
Haringga selalu izin. Namun, saat itu putranya pergi diam-diam.
5. Tak Ada Polisi
Polisi memperlihatkan alat bukti pengeroyokan suporter Persija Jakarta.
Fakta
miris lainnya yang berhasil terungkap dari aksi pengeroyokan berujung
maut itu, tak ada satu pun polisi yang berjaga di TKP. Menurut Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo,
lokasi penganiayaan hingga menewaskan Haringga Sirla terbilang jauh dari
Stadion Gelora Bandung Lautan Api. "Kejadian itu jauh di luar lingkungan itu," tutur Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (25/9/2018).
6. Status Terakhir Haringga
Instastories di akun Instagram Jakmania yang tewas dikeroyok. (Instagram @khepen162)
Sebelum meninggal, Haringga sempat mengunggah Instastories di akun Instagram-nya, @khepen162. Status itu diunggahnya sebelum berangkat ke Bandung, Jawa Barat. "Hidup telah mengajari saya jangan pernah mengharapkan apa pun pada siapa pun. -- aesteutice."kartu66 agen judi online terpercaya
No comments:
Post a Comment